Senin, 22 April 2013

7. Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat) menulis.



1.      Memilih Materi Ajar Aspek Membaca dan Menulis
Ada tiga langkah pokok yang perlu dilakukan guru dalam memilih materi ajar.
 Langkah pertama adalah menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan standar isi.
 Langkah kedua adalah menentukan materi pokok setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Langkah ketiga adalah mengembangkan materi pokok dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar. 
Langkah 2: menentukan materi pokok setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar
Berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada standar isi, guru dapat menentukan materi pokok. Penentuan materi pokok didasarkan analisis secara mendalam atas pernyataan kompetensi dasar.
Langkah 3: mengembangkan materi pokok dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar
Pengembangan materi pokok dilakukan guru dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, misalnya teks, gambar, grafik dari media massa cetak, majalah anak, kamus, ensiklopedi, dan buku pelajaran.

2.      Menentukan Metode Pembelajaran Membaca
1)   Metode SQ3R ( Francis P.Robinson)
a) Survey (menyelidiki)
b) Question (menanyakan)
c) Read (membaca)
d) Ricite (mendaras)
e) Review (mengulang)
2) Metode PQRST (Thomas F.Staton)
a) Preview (menyelidiki)
 b) Question (menanyakan)
c) Read (membaca)
d) State (menyatakan)
e) Test (menguji)
3)   Metode OK5R (Walter Pauk)
a) Overview (menyelidiki)
 b) Key ideas (ide-ide kunci)
c) Read (membaca)
d) Recite (mendaras)
e) Review (mengulangi)
 f) Reflect (merenungkan)
4)   Metode STUDY (William Resnick & David Heller)
a) Survey (menyelidiki)
b) Think of question (memikirkan pertanyaan)
c) Understand your reading   (memahami makna bacaan)
d) Demonstrate your understanding (menunjukkan pemahaman)
e) You review the entire assigment  (mengulangi seluruh tugas baca)

3.      Merancang Kegiatan Pembelajaran Membaca dan Menulis yang Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Perancangan ini dilakukan dengan memilih metode atau model pembelajaran yang berorientasi pada student active learning.
Selain itu, kegiatan pembelajaran perlu mengakomodasi pendekatan yang mampu mengembangkan karakter, kemampuan berpikir kritis, sikap empati, dan pengembangan kreativitas. Untuk itu, guru perlu memilih metode yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

Perancangan kegiatan pembelajaran ini tidak terlepas dari acuan standar proses, yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal bukan sekadar mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran siswa, melainkan juga memotivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran, serta mengaitkan materi dengan kehidupan nyata merupakan hal yang jauh lebih penting.

Kegiatan inti pembelajaran meliputi kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.  Kegiatan eksplorasi merupakan kegiatan penyelidikan, penjajagan, atau penjelajahan dengan tujuan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dari materi yang akan dipelajari. Kegiatan eksplorasi dapat dilakukan guru melalui kegiatan seperti membaca untuk mencari informasi dari berbagai sumber, menciptakan interaksi antarsiswa, siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan, guru melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan elaborasi merupakan kegiatan penggarapan secara tekun dan cermat materi yang dipelajari. Bentuk kegiatan elaborasi dapat berupa pemberian tugas atau diskusi untuk memunculkan gagasan-gagasan baru, pemberian kesempatan untuk berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, menciptakan pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja secara kooperatif dan kolaboratif, memberikan kesempatan siswa untuk mengekspresikan produk hasil kreativitasnya, dan memberikan kesempatan melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri.

Kegiatan konfirmasi merupakan kegiatan untuk memberikan peneguhan atau penegasan tentang karya siswa dari materi yang dipelajari. Kegiatan konfirmasi dapat dilakukan guru dalam bentuk, misalnya memberikan umpan balik positif, memberikan klarifikasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi, menjawab pertanyaan siswa yang mengalami kesulitan, membantu menyelesaikan masalah, dan memberikan informasi untuk bereksplorasi lebih jauh.

Kegiatan akhir bukan sekadar mengucapkan salam, mengungkapkan waktu sudah habis, materi sudah diselesaikan, melainkan kegiatan yang lebih bermakna dari hal-hal tersebut. Kegiatan yang seharusnya dilakukan guru adalah memberikan penguatan, memberikan dorongan psikologis yang memotivasi siswa untuk mempelajari lebih lanjut, membuat rangkuman pembelajaran melakukan refleksi atas materi yang dipelajari.

4.      Menyusun Perangkat Penilaian Membaca dan Menulis
Salah satu prinsip penting dalam penyusunan perangkat penilaian adalah prinsip komprehensif. Prinsip ini menghendaki aspek yang dinilai dalam suatu kompetensi harus menyeluruh, yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif. Selain prinsip komprehensif, objektivitas merupakan prinsip yang penting pula. Untuk menghindari unsur subjektivitas pada penilaian kemampuan membaca terutama yang menuntut jawaban uraian dan kemampuan menulis, guru harus menyiapkan rubrik penilaian.
(dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar