Sabtu, 20 April 2013

3.Merancang berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir siswa.



Jenis  Surat
a.      Pengertian Surat 
Salah satu wujud pemanfaatan bahasa Indonesia dalam tulisan ialah korespondensi. Kegiatan korespondensi ini muncul karena keterbatasan manusia yang tidak selamanya dapat bertemu dengan lawan bicaranya.
Berdasarkan sifatnya, kita mengenal surat pribadi/keluarga, surat resmi/dinas/jabatan, dan surat niaga/dagang. Surat pribadi ialah surat yang dikirim oleh keluarga/sahabat/kenalan/teman dan sebagainya. Sifat surat ini terasa adanya hubungan yang santai dan sering diwarnai unsur humor yang menyenangkan.
Surat resmi ialah surat yang dikirimkan oleh perseorangan atau kantor pemerintah/swasta kepada perseorangan atau kantor pemerintah/swasta yang isinya masalah kedinasan.

Ciri kedinasan suatu surat tidak hanya ditandai oleh isi dan penulisannya, tetapi juga ditandai oleh bentuk dan segala formalitasnya (kebakuan bahasa, ketepatan ejaan, dan aturan penulisannya).
Surat niaga ialah surat yang ditulis oleh suatu badan perusahaan perdagangan yang isinya membicarakan masalah niaga atau perdagangan. Surat ini dapat ditujukan kepada semua pihak.
Bentuk atau Format Surat
Berdasarkan bentuk surat (style), susunan atau tata letak bagian surat pada setiap jenis surat dapat dikategorikan sebagai berikut.
 - bentuk lurus penuh  (full block style)
 - bentuk lurus (block style)
 - bentuk  setengah lurus (semi block style)
- bentuk lekuk (indented style) dan
 - bentuk resmi (official style) 
Pedoman Penyusunan Surat Surat pribadi mempunyai bagian surat yang hampir sama dengan surat resmi. Tetapi bagian yang terdapat pada surat resmi tidak terdapat dalam surat pribadi.
 Bagian surat pribadi adalah; (1)tempat dan tanggal surat, (2)alamat surat,  (3)salam pembuka, (4)isi surat  dan, (5)salam penutup.

Adapun bagian surat resmi  adalah; kop surat, tanggal surat, nomor, lampiran, hal, alamat surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tembusan.  
(Dari Berbagai Sumber)

2.Memilih materi ajar aspek menulis di kelas tinggi SD.



Pengertian Menulis Menurut Jago Tarigan :
menulis berarti mengekpreikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.
Pengertian menulis menurut Donn Byrne:
Menulis  bukan  sesuatu  yang  diperoleh  secara  spontan,  tetapi  memerlukan usaha sadar  “menuliskan”  kalimat dan mempertimbangkan cara mengkomunikasikan dan mengatur.
Pengertian menulis menurut Rusyana:
Kemampuan  menulis  mencakup  berbagai  kemampuan,  seperti  kemampuan menguasai gagasan yang dikemukakan, kemampuan menggunaka unsur-unsur bahasa,   kemampuan  menggunakan  gaya,  dan  kemampuan  menggunakan ejaan serta tanda baca.
Pengertian menulis menurut Crimmon:
bahwa  menulis   adalah   kerja  keras,  tetapi  juga merupakan  kesempatan  untuk  menyampaikan  sesuatu  tentang  diri  sendiri mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain, bahkan  dapat mempelajari sesuatu yang belum diketahui.
Kesimpulan :
Berdasarkan  konsep  di  atas,  dapat  dikatakan  bahwa  menulis  merupakan komunikasi 
tidak  langsung  yang  berupa  pemindahan  pikiran  atau  perasaan dengan  memanfaatkan  grafologi,  struktur   bahasa,  dan   kosakata  dengan menggunakan simbol-simbol sehingga dapat dibaca seperti apa yang diwakili oleh  simbol tersebut.
TUJUAN  MENULIS :
a. Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agar khalayak   pembaca   memperoleh   pengetahuan   dan   pemahaman   baru tentang berbagai hal yang dapat terjadi di muka bumi ini.
b. Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembaca dapat   menentukan   sikap,   apakah   menyetujui   atau  mendukung   yang dikemukakan. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, fungsi persuasi  dari  sebuah  tulisan  akan  dapat  menghasilkan  apabila  penulis mampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan mudah dicerna.
c. Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalui   membaca  hasil  tulisan  wawasan  pengetahuan  seseorang  akan  terus bertambah, kecerdasanterus  diasah,  yang  pada akhirnya akan menentukan perilaku  seseorang. Orang-orang yang  berpendidikan misalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargai pendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih rasional.
d. Menghibur;   fungsi   dan   tujuan   menghibur   dalam   komunikasi,   bukan monopoli  media  massa,  radio,  televisi,  namun  media  cetak  dapat  pula berperan  dalam  menghibur  khalayak  pembacanya.  Tulisan-tulisan  atau bacaan-bacaan “ringan” yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu  bisa  pula  menjadi  bacaan  penglipur  lara  atau  untuk  melepaskan ketegangan setelah seharian  sibuk beraktifitas.
e. Seorang guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang menulis. Karena  menulis merupakan keterampilan produktif. Konsep dasar dan tujuan menulis menjadi salah satu faktor  pembelajaran bahasa. Demikan juga halnya seorang guru SD/MI, agar pembelajaran menulis bahasa Indonesia di kelas dapat meningkat, salah satu caranya adalah guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan tujuan menulis.
MANFAAT  MENULIS
Adapun manfaat menulis dapat kita lihat dari berbagai segi yaitu.
 Secara psikologis menulis sangat bermanfaat dan bisa membuat kita sehat bahkan mampu membuat kita untuk mampu mengontrol diri. Melepaskan segala persoalan hidup.
 Secara metodologis menulis bermanfaat untuk melatih kita berpikir secara teratus untuk melakukan suatu tindakan yang sesuai yang dikehendaki, bahkan untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. 
 Secara filosofis bermanfaat untuk melatih kita berpikir secara radikal atau berpikir secara mendalam.
 Secara pendidikan mampu mempengaruhi kita untuk melakukan proses belajar. Maka sesering kali kita menulis atau seberapa banyak kita menulis, maka sesering itu pula kita telah melakukan proes pendidikan atau proses belajar.
KESIMPULAN :
manfaat keterampilan menulis dari berbagai segi dan bidang pekerjaan sangat butuhkan oleh seorang, apalagi bagi seorang guru.
Jenis-Jenis Menulis/Tulisan 
a.      Eksposisi
Eksposisi biasa juga disebut pemaparan, yakni salah satu bentuk karangan yang berusaha menerangkan, menguraikan atau menganalisis suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan seseorang.
Eksposisi merupakan tulisan yang sering digunakan untuk menyampaikan uraian ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis, desertasi, atau artikel pada surat kabar atau majalah. Jika hendak menulis bagaimana peraturan bermain sepak bola, cara kerja pesawat, bagaimana membuat tempe, misalnya, maka jenis tulisan eksposisi sangat tepat untuk digunakan.
b.      Deskripsi
Deskrisi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata suatu benda, tempat, suasana atau keadaan.
Tujuan deskripsi adalah membentuk, melalui ungkapan bahasa, imajinasi pembaca agar dapat membayangkan suasana, orang, peristiwa, dan agar mereka dapat memahami suatu sensasi atau emosi (Kurniawan, 2007:10).
a.      Narasi (kisahan)
Narasi atau kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia (tokoh) berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Paragraf narasi itu dimaksudkan untuk memberi tahu pembaca atau pendengar tentang sesuatu yang telah diketahui atau sesuatu  yang dialami oleh penulisnya. Narasi lebih menekankan pada dimensi latar  dan adanya alur atau konflik.
Tujuan menulis narasi ada dua, yaitu (1) hendak memberikan informasi atau memberi wawasan dan memperluas pengetahuan kepada pembaca, (2) hendak memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.
b.      Argumentasi
Argumentasi merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan pendapat penulis meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar amenerima pendapanya. Argumentasi berusaha meyakinkan pembaca. Cara menyakinkan pembaca itu dapat dilakukan dengan jalan menyajikan data, bukti, atau hasil-hasil penalaran (Pusat Bahasa. 2001:  45).
Argumentasi ditulis untuk memberikan alasan, memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Jadi, setiap karangan argumentasi selalu terdapat alasan atau argumen tentang bantahan terhadap suatu pendapat atau penguatan terhadap pendapat tersebut.
c.       Persuasi 
Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya-ajuk, ataupun berdaya himbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti himbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis. Dengan kata lain, persuasi berurusan dengan masalah mempengaruhi orang lain lewat bahasa.
(dari berbagai sumber)

1.Memilih materi ajar aspek membaca di kelas rendah SD.



A.Hakekat Membaca
Membaca bukanlah sekadar menyuarakan lambang-lambang tertulis tanpa mempersoalkan rangkaian kata-kata atau kalimat yang dilafalkan tersebut dipahami atau tidak, melainkan lebih dari itu.
Tingkatan membaca seperti itu tergolong jenis membaca permulaan.
Pembelajaran membaca di kelas I dan kelas II merupakan pembelajaran membaca permulaan (tahap awal). Kemampuan membaca yang diperoleh siswa kelas I dan kelas II akan menjadi dasar pembelajaran membaca lanjut.
Pada hakikatnya, aktifitas membaca terdiri dari dua bagian, yaitu membaca sebagai proses dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai proses mengacu pada aktifitas fisik dan mental, sedangkan membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktifitas yang dilakukan pada saat membaca. Proses membaca sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa aktifitas, baik berupa kegiatan fisik maupun kegiatan mental.
Proses membaca terdiri dari beberapa aspek.
Aspek-aspek tersebut adalah:
(1) aspek sensori, yaitu kemampuan untuk memahami simbol-simbol tertulis,
(2) aspek perseptual, yaitu kemampuan untuk menginterpresentasikan apa yang dilihat sebagai simbol,
 (3) aspekskemata, yaitu kemampuan menghubungkan informasi tertulis dengan struktur pengetahuan yang telah ada,
 (4) aspek berpikir, yaitu kemampuan membuat inferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari, dan
(5) aspek afektif, yaitu aspek yang berkenaan dengan minat pembaca yang berpengaruh terhadap kegiatan membaca.
Membaca pada hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dan merupakan proses mekanis dalam membaca. Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses pskologis itu dimulai
ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan terhadap tulisan ke pusat kesadaran melalui sistem syaraf. Proses decoding gambar-gambar bunyi dan kombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan, dan diberi makna. Proses decoding berlangsung dengan melibatkan knowledge of the world dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan.
B,Pengertian Membaca
Membaca adalah usaha memahami bacaan sebaik-baiknya; jika teks yang dilafalkan maka pembelajarannya jelas dan fasih, tepat informasi, dan penjedaannya, sehingga komunikatif dengan pendengar, dan juga ditandai oleh suatu pemahaman teks (Amir, 1996:2).
Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis dengan melisankan atau hanya di hati (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, 2002:18).
Membaca adalah merupakan perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerjasama beberapa keterampilan, yakni mengamati, memahami dan memikirkan (Yasin Burhan, 1971:90).
Menurut Ronald Barker dan Robert Ekskarpit (1975:155), membaca merupakan penangkapan dan pemahaman ide, aktivitas pembaca yang diiringi curahan jiwa dalam menghayati naskah.
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (H.G. Taringan, 1985:7).
Menurut Ahmad S Harja Sujana (1985:3) menyatakan bahwa membaca merupakan kegiatan yang merespon lambing-lambang tertulis dengan menggunakan pengertian yang tepat.
Hodgson (dalam Tarigan, 1985:7) mengemukakan bahwa membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.
Selanjutnya, Anderson dalam Tarigan (1985:7) berpendapat bahwa membaca adalah suatu proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis.
Finochiaro dan Bonono (1973:119) menyatakan bahwa membaca adalah proses memetik serta memahami arti/makna yang terkandung dalam bahasa tulis.
Jadi, membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa, proses aktif, bertujuan, serta memerlukan strategi tertentu sesuai dengan tujuan dan jenis membaca.
C.Tujuan Membaca
Ada beberapa tujuan membaca menurut Anderson (dalam Tarigan, 1985:9–10). “(1) menemukan detail atau fakta, (2) menemukan gagasan utama, (3) menemukan urutan atau organisasi bacaan, (4) menyimpulkan, (5) mengklasifikasikan, (6) menilai, dan (7) membandingkan atau mempertentangkan”. 
Tujuan membaca mencakup: 1) kesenangan, 2) menyempurnakan membaca nyaring, 3) menggunakan strategi tertentu, 4) memperbarui pengetahuannya tentang suatu topik, 5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui, 6) memperoleh informasi untuk laporan lisan tertulis, 7) mengkorfimasikan atau menolak prediksi, 8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari  tentang struktur teks, 9) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik 
D.Jenis Membaca
Jenis-jenis membaca ditinjau dari segi bersuara terbagi menjadi membaca bersuara dan membaca tidak bersuara. 
1)      Membaca Bersuara
Membaca bersuara adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama orang lain.
Jenis membaca itu mencakup:
a)      Membaca nyaring dan keras
b)      Membaca teknik
c)      Membaca indah
2)      Membaca tidak bersuara (dalam hati)
Membaca tidak bersuara adalah aktivitas membaca dengan mengandalkan ingatan visual yang disebut membaca dalam hati, yang meliputi:
a)      Membaca teliti
b)      Membaca pemahaman
c)      Membaca ide
d)      Membaca kritis
e)      Membaca telaah bahasa
f)       Membaca skimming (sekilas)
g)      Membaca cepat

Jenis membaca menurut Nurhadi (1987:143) ada tiga macam, yakni membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif.
Jenis membaca yang dipelajari modul
a.      Membaca Nyaring
b.      Membaca Ekstensif
c.       Membaca Intensif
Membaca nyaring (membaca bersuara) adalah suatu kegiatan membaca yang merupakan alat bagi pembaca bersama orang lain untuk menangkap isi yang berupa informasi bagi pengarang.
Lima aspek dalam membaca nyaring yaitu: (1) membaca dengan pikiran dan perasaan pengarang; (2) memerlukan keterampilan menafsirkan lambang-lambang grafis; (3) memerlukan kecepatan pandangan mata; (4) memerlukan keterampilan membaca, terutama mengelompokkan kata secara tepat; dan (5) memerlukan pemahaman makna secara tepat.
Dalam membaca nyaring, pembaca memerlukan beberapa keterampilan. antara lain: (1) penggunaan ucapan yang tepat; (2) pemenggalan frasa yang tepat; (3) penggunaan intonasi, nada, dan tekanan yang tepat; (4) penguasaan tanda bacaa dengan baik; (5) penggunaan suara yang jelas; (6) penggunaan ekspresi yang tepat; (7) pengaturan kecepatan membaca; (8) pengaturan ketepatan pernafasan; (9) pemahaman bacaan; dan (10) pemilikan rasa percaya diri.
Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang dilakukan secara luas, bahan bacaan yang digunakan bermacam-macam dan waktu yang digunakan cepat dan singkat. Tujuan membaca ekstensif adalah sekadar memahami isi yang penting dari bahan bacaan dengan waktu yang singkat dan cepat.
Membaca intensif merupakan kegiatan membaca bacaan secara teliti dan seksama dengan tujuan memahaminya secara rinci. Membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.
Kesimpulan :
Membaca :
1.Membaca Nyaring       2.Membaca dalam hati
Membaca dalam hati :
1.membaca ekstensif      3.membaca Intensif
Membaca Ekstensif :
1.membaca survei    2.membaca sekilas    3.membaca dangkal
Membaca Intensif :
1.membaca telaah  isi     2.membaca telaah  bahasa
Membaca Telaah  Isi:
1.membaca teliti   2.membaca pemahaman   3.membaca kritis  4.membaca  ide-ide
Membaca Telaah Bahasa :
1.membaca bahasa   2.membaca  sastra
(dari berbagai sumber)

Jumat, 19 April 2013

BERITA GAMBAR : KARTINI MUDA SD 9 JAMBI 2013

 HARI INI SABTU,TANGGAL 20 APRIL 2013 SEGENAP WARGA SD NEGERI 9 JAMBI MENYAMBUT HARI KARTINI YANG PUNCAK ACARANYA PADA HARI SENIN 22 APRIL 2013, DUA HARI SEBELUMNYA KAMI SUDAH MELAKSANAKAN BERBAGAI KEGIATAN UNTUK MENYEMARAKAN KARTINI DI SD 9 JAMBI. SEMOGA DALAM KEGIATAN INI MENAMBAH SEMANGAT BAGI PARA PEREMPUAN SD 9 DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN PADA UMUMNYA. SEMOGA